Tali pengikat ratchet dengan gagang baja 35MM 1,5 inci dan kait J ganda.
Tali pengikat ratchet, juga dikenal sebagai tali pengikat ratchet, adalah selembar bahan yang kokoh, biasanya anyaman poliester, yang dilengkapi dengan mekanisme untuk mengencangkan dan mengamankan kargo. Tali ini tersedia dalam berbagai panjang, lebar, dan kapasitas beban untuk mengakomodasi berbagai jenis beban dan kebutuhan pengamanan. Mekanisme pengencangan yang paling umum adalah sistem ratchet, meskipun gesper cam dan gesper overcenter juga digunakan.
Dalam hal pengamanan kargo selama transportasi, tali pengikat ratchet memainkan peran penting dalam memastikan keamanan dan stabilitas. Tali pengikat ini, dengan desainnya yang kokoh dan kemudahan penggunaannya, telah menjadi alat yang sangat diperlukan di berbagai industri, mulai dari logistik dan konstruksi hingga rekreasi dan pertanian. Namun, karena keselamatan adalah hal yang utama dalam setiap aplikasi yang melibatkan beban berat, standar seperti EN12195-2 telah muncul untuk menetapkan pedoman pembuatan dan penggunaan tali pengikat ratchet.
Keunggulan: Sampel gratis (untuk pengecekan kualitas), Desain khusus (pencetakan atau penyematan logo, perlengkapan khusus), Metode pengemasan yang dapat dipilih (Shrink, Blister, Polybag, kotak), Waktu tunggu singkat, Berbagai pilihan metode pembayaran (T/T, LC, Paypal, Alipay).
Nomor Model: WDRS007
Ideal untuk mobil station wagon, van, truk kecil & aplikasi industri.
- Sistem 2 Bagian, terdiri dari ratchet dengan ujung tetap ditambah tali pengencang utama (dapat disesuaikan), keduanya diakhiri dengan kait Double J.
- Gaya Putus Minimum (BFmin) 3000daN (kg) - Kapasitas Pengikatan (LC) 1500daN (kg)
- 4500daN (kg) BFmin anyaman poliester tugas berat, perpanjangan (regangan) < 7% @ LC
- Gaya Tarik Standar (STF) 150daN (kg) – menggunakan Gaya Tangan Standar (SHF) sebesar 50daN (kg)
- Ujung tetap (ekor) 0,3m, dilengkapi dengan ratchet pegangan lebar.
- Diproduksi dan diberi label sesuai dengan EN 12195-2:2001
-
Peringatan:
1. Jangan pernah menggunakan tali pengaman yang memiliki sobekan, memar, kerusakan pada jahitan, atau keausan akibat gesekan.
2. Jika terjadi kerusakan atau deformasi pada mekanisme pengunci, maka mekanisme tersebut harus diganti.
3. Jangan memelintir atau membuat simpul pada tali pengikat.
4. Gunakan selongsong pelindung, pelindung sudut, atau bahan pengemas lainnya jika anyaman melewati tepi atau sudut yang tajam atau kasar.
5. Saat tali pengikat dikencangkan, pastikan gaya yang diberikan tidak melebihi kapasitas pengikat tali tersebut.
6. Alas anti selip disarankan untuk mengurangi kemungkinan tergelincirnya muatan selama pengangkutan.

















